Rabu, 29 Oktober 2014

ARSITEKTUR MODERN TIPE CUBISM


Ø Eklektikisme: terdapat kecenderungan untuk mencampur adukkan semua jenis gaya
arsitektur, terkadang tanpa mengindahkan kaidah komposisi dan
estetika.
Ø Neo Klasik: hanya mengambil satu bentuk/gaya arsitektur klasik Yunani atau
Romawi, dengan proses, teknologi dan material baru.
Beberapa latar belakang yang mempengaruhi masa transisi dari periode arsitektur eklektik ke periode arsitektur modern awal, sebagai cikal bakal arsitektur modern yang berkembang selanjutnya adalah kejenuhan terhadap keglamoran dan kepalsuan bentuk akibat terlalu bersoleknya arsitektur—akibat banyaknya ornamen—pada periode sesungguhnya. Hal ini memunculkan adanya ide baru terhadap gaya arsitektur, yang dijadikan pegangan dalam perkembangan arsitektur modern. Ide-ide itu adalah:
Ø Kesederhanaan
Penggunaan bentuk abstrak yang sederhana atau geometris murni. Biasanya menggunakan bentuk-bentuk dasar lingkaran, bujur sangkar, dan segitiga.
Ø Ke-murni-an (puris)
Menciptakan hal yang baru tanpa mencontoh / menjiplak periode terdahulu. Kecenderungan untuk tidak bersikap pragmatis dan iconic ini merupakan suatu upaya untuk memutuskan rentetan kejadian arsitektur masa lalu, terutama dalam pemciptaan bentuk yang benar-benar baru.
Ø Universalitas (global)
Karena kesederhanaan bentuk maka bentuk yang terjadi dapat diterima semua kalangan, baik yang berada di satu wilayah yang sama maupun yang berbeda wilayah. Hal ini membuat arsitektur modern tampil polos dengan bentuk geometri saja. Tidak ada pembedaan langgam/style pada daerah yang berbeda.
Ø Antilokalitas dan Romantisme
Bentuknya sama dimanapun arsitektur itu berada (berkaitan dengan universalitas), lugas, tanpa kesempatan untuk “berpuisi ria”. Antilokalitas juga merupakan suatu upaya untuk melepaskan diri dari pengaruh arsitektur periode sebelumnya yang mengedepankan simbol-simbol vernakular.
Ø Kesan bangunan steril dan anti ornamen atuau order (langgam)
Tampangnya bersih tanpa ada ornamen atau langgam-langgam. Tidak mempunya identitas, sebagai akibat dari sikap arsitek pada masa itu yang “alergi” terhadap nilai kelokalan dan kepalsuan akibat ornamen.
Ø Asimetris
Suatu upaya untuk membuang image arsitektur pra-modern yang selalu digambarkan kaku, terikat pada kaidah-kaidah simetri. Sebagai hasilnya, arsitektur yang terjadi lebih bersifat dinamis.
Ø Teknologi dan material
Menggunakan cara atau proses baru yang berbeda dari arsitektur sebelumnya, di samping itu juga didapatkan temuan material baru seperti beton bertulang (reinforced concrete), besi, baja dan lain-lain. Selain itu teknologi pengolahan baru
Ø Sosialistik
Terkesan merakyat (tidak borjuis) karena bentuknya yang sederhana dan tanpa ornamen
Adanya ide-ide baru inilah membuat arsitektur modern menerima banyak kritikan di tahun 1970, karena arsitektur ini dinilai tidak mempunyai identitas, tidak memiliki ekspresi, serta tidak modis.
Terdapat dua ciri umum yang menjiwai periode modern yaitu:
1. Fungsionalisme
Pada era pra modern, yang dianggap sebagai arsitektur hanyalah bangunan-bangunan gereja dan istana. Bangunan diluar kedua tipe bangunan tersebut (seperti perumahan) tidak dianggap sebagai suatu arsitektur. Pada era modern timbul aktivitas-aktivitas baru yang membutuhkan wadah akibat dampak dari revolusi industri. Mulai bermunculan bangunan-bangunan pabrik, perkantoran, dan sebagainya.
Sebagai akibat Revolusi Industri, cara produksi bergeser dari teknik individual yang cenderung custom made, menjadi teknik produksi massal yang mengedepankan kebutuhan akan produk yang cepat dan murah. Pada sudut pandang arsitektur, hal ini ditandai dengan adanya kebutuhan akan pemukiman yang murah dan efisien.
Fungsionalisme kemudian timbul atas latar belakang di atas. Arsitektur modern mengedepankan fungsi dimana suatu arsitektur dapat mewadahi aktivitas. Berbeda dengan arsitek pada masa pra modern yang menata berdasarkan tipologi, arsitek modern menata berdasarkan fungsi.
2. Purisme
Purisme berasal dari akar kata pure (murni). Pada era modern arsitekturnya berusaha menjaga kemurnian bentuk geometrikal yang lepas dari ornamen-ornamen seolah-olah arsitektur modern alergi terhadap ornamen. Bentuk harus ditampilkan dengan sejujur-jujurnya (anti kamuflase).
Kecenderungan pada era ini adalah bahwa selama fungsi struktural dapat terpenuhi maka fungsi estetika boleh diabaikan. Hal ini menyebabkan tipe-tipe bangunan pada jaman ini hampir sama hanya dibedakan dari fungsinya saja ( bentuk merupakan nomor dua setelah fungsi )

a. KUBISME tahun 1910
Arsitektur dianggap merupakan salah satu cabang dari seni rupa dan terpengaruh dengan trend seni rupa yang dipopulerkan oleh Pablo Picasso. Cirinya :
§ Geometrisasi fenomena alam, tidak tampil realistik
§ Memperlihatkan bagaimana benda-benda dipengaruhi oleh cahaya
§ Banyak mempermainkan unsur panjang lebar tinggi yang dikomposisikan dengan cahaya (baik alam maupun buatan)
§ Mengganggap arsitektur adalah rancangan ruang bukan kulit. Yang dirancang adalah volume bukan tampilan dari bidang-bidangnya
§ Mengganggap arsitektur adalah sebagai wadah atau kontainer dari suatu aktivitas.
Arsitek yang terkenal dari gaya ini:
Ø Le Corbusier
Arsitektur dianggap sebagai mesin hidup (living machine), yang terdiri dari bagian-bagian yang merupakan sebuah sistem dan saling mempengaruhi satu dengan yang lainnya (sistem pencahayaan, sistem struktur, dan sistem utilitas).
Falsafahnya tentang arsitektur adalah menciptakan rasa aman, keramah tamahan, kebahagiaan serta kesatuan yang harmonis dari bentuk-bentuk yang ada di bumi ini dan hubungannya dengan skala manusia. Selain itu desainnya dipengaruhi oleh bentuk-bentuk geometris, penggunaan beton eksposed dan permainan bayangan (seperti seni patung)
Ø Frank Lloyd Wright
Dengan paham dasar 
organic architecture, arsitektur diang-gap sebagai unsur organik dari alam (naturally). Karyanya yaitu museum Guggenheim di New York didisain seperti “siput beton”—spiral yang ber-kelanjutan naik dari lantai sampai keatas. Sedang dalam karyanya yaitu Johnson Administration Building kolom beton bertulangnya berbentuk seperti bunga lili . Lantainya berbahan pirex glass yang memberikan cahaya difus, jadi pengunjung yang datang seakan-akan membayangkan dirinya berada di dalam kolam dan di bawah naungan bunga-bunga Lili. Dalam mengembangkan semangat Purisme, Wright selalu menunjukkan keaslian karakteristik materialnya, “Dimana batu digunakan sebagai batu, kayu sebagai kayu dan kaca sebagai kaca”. Pengaplikasian konsep ini dapat kita lihat pada Fallingwater. Unutuk menunjang kesan Natural bangunan yang berdiri di atas air terjun ini, material lantai dan dindingnya adalah batu alam.


Konsep Kubisme yaitu permainan unsur vertikal dan horisontal yang juga dimasukkan dalam karya ini. Hal ini terlihat pada permainan-permainan kantilever-kantilever betonnya.


 

Senin, 20 Oktober 2014

Kematian Tragis Gitaris Ternama Dunia

Kematian tragis sosok musisi meninggalkan karya yang abadi sampai jauh setelah kematian mereka tersebut. Mungkin, jika mereka masih hidup karya-karya mereka bakal terus mengalir dan kita para metalhead, tentunya masih dimanjakan dengan karya-karya yang bakal muncul dari tangan mereka andai mereka masih hidup sampai hari ini.
 
Tapi takdir berkata lain mereka harus meninggalkan scene metal dengan cepat meskipun menyisakan rasa penasaran banyak metalhead di seluruh dunia akan karya-karya mereka selanjutnya yang memang terpaksa berhenti bareng dengan kematian mendadak mereka.

Nah siapa ke 4 gitaris tersebut ? inilah list mereka :

1. RANDY RHOADS

Gitaris pertama yang kematiannya begitu mengejutkan dan patut disayangkan adalah 
Randy Rhoads, gitaris muda yang dikenal karena menjadi sosok penyelamat karir Ozzy Osbourne. 

Meskipun masih muda dan karyanya terbatas, Randy Rhoads dianggap sebagai salah satu gitaris besar sepanjang sejarah oleh majalah rolling stone. Rhoads banyak kali menjadi cover dari berbagai macam majalah gitar dan juga mempengaruhi banyak pemain gitar, termasuk Yngwie Malmsteen, Dimebag Darrell, Dough Aldrich, Frank Hannon, John 5, Steve Vai sampai Zakk Wylde sekalipun.

Rhoads terpilih sebagai Best New Talent oleh pembaca majalah Guitar Player di desember ’81. Dia juga kepilih sebagai Best Heavy Metal Guitarist oleh pembaca majalah Sound U.K di desember 81. Majalah Rolling Stone nempatin Randy Rhoads di posisi 85 dari list 100 greatets Guitarist dan masih banyak lagi penghargaan yang diterima gitaris kelahiran 6 desember ’56 ini.

Perusahaan ampli Marshall merilis seri 1959RR di tahun 2008 lalu, sebagai penghormatan buat Rhoads. Pabrikan gitar Jackson merilis replika gitar asli Randy, yaitu “shotwing” V. Di tahun 2010 lalu, Gibson Guitar mengumumkan gitar custom signature dari model Les Paul milik Randy di tahun ’74.

April 2011, penulis Joel McIver mempublikasikan biografi lengkap Rhoads berjudul Crazy Train : The High Life and Tragic Death of Randy Rhoads yang kata pengantarnya ditulis Zakk Wylde dan Yngwie Malmsteen menulis kata penutupnya.

Rhoads terakhir kali show 18 maret 1982 di Knoxville Civic Coliseum. Hari berikutnya mereka menuju ke Orlando, Florida. Ozzy Osbourne sempat ngobrol bareng Rhoads malam terakhir itu, dimana Rhoads sempat mengingatkan kebiasaan buruk Ozzy dalam menenggak minuman keras.

Waktu mereka berhenti di Leesburg, Florida, Rhoads bersama mantan pilot Andrew Aycock  dan makeup artist Rachel Youngblood mencoba pesawat kecil F35 yang ada disekitar tempat mereka berhenti tadi. Naasnya setelah sekitar 5 menit diudara, sayap kiri pesawat menabrak atap bis tur mereka sendiri, akibatnya sayap pesawat terbelah dua dan pesawt menajdi tak terkontrol. Rhoads dan Rachel terlempar keluar dari peswat itu dan pesawat pun menabrak sebuah garasi dan terbakar.

Rhoads langsung tewas di kecelakan ini begitu juga Aycock dan Rachel. Ke tiganya terbakar dan hanya bisa dikenali dari jejak gigi mereka dan perhiasan yang dipakai Rhoads. Waktu itu usia Randy Rhoads masih 26 tahun dan mantan gitaris Quiet Riot ini berhasil merekam 2 album studio bareng Ozzy Osbourne, yaitu Blizzard of ozz / dan Diary of Mad Man.

Scene metal pun kehilangan sosok gitaris berbakat waktu itu tepat 19 maret 1982. Patut disayangkan kematian mendadak dan tragis gitaris yang punya nama asli William Randall Rhoads ini.

2. CHUCK SCHULDINER

Gitaris ke dua adalah Chuck Schuldiner, gitaris band Death, yang meninggal pada 13desember 2001. Awalnya, di mei 1999, Schuldiner merasa kesakitan di leher atasnya. Waktu itu dia mengira sarafnya kejepit. Belakangan setelah ngejalanin MRI, diketahui kalau penyebab saraf kejepitnya adalah tumor.

Di ultahnya yang ke 32, Schuldiner di diagnosis tumor otak dan langsung mendapat perawatan radiasi. Oktober 99, pihak keluarga Schuldiner mengumumkan kalau tumornya mengecil dan dia dalam kondisi penyembuhan. Januari 2000, Schuldiner dibedah buat menghilangkan sisa tumornya. 

Operasi tersebut berjalan sukses meski keluarganya menanggung beban finansial yang relative besar. Total biaya yang harus dibayar sebesar USD 70,000. Setelah mendapat bantuan daari komunitas metal, Schuldiner melanjutkan karir musiknya bareng band Control Denied.

Dua tahun setelah itu, mei 2001, kanker itu kembali dan Schuldiner sakit lagi. Waktu itu Schuldiner sempat menolak pembedahan, karena masalah finansial. Dan sekali lagi rekan artis Schuldiner membantu mengumpulkan dana dengan cara melelang barang mereka. 

Akhirnya Schuldiner mendapatkan kemoterapi  yang disebut Vincristine. Tapi efek sampingnya membuat Schuldiner mengidap Pneumonia. Chuck Schuldiner akhirnya harus meninggal pada 13 desember 2001, sekitar pukul 4 pagi dan jasadnya di kremasi. 

Sekali lagi scene metal kehilangan sosok gitaris yang punya pengaruh besar di genre ekstreme metal. Chuck Schuldiner adalah gitaris metal ke dua yang kematiannya sangat disayangkan para metalhead diseluruh dunia.

3. DIMEBAG DARREL
Berikut ini mungkin bisa jadi sosok gitaris metal yang kematiannya paling mendadak, paling mengejutkan dan juga patut disayangkan scene metal dunia.

8 desember 2004, Dimebag Darrell Abbott ditembak waktu onstage bareng Damageplan band Abbott setelah Pantera. Sang penembak, Nathan Gale, menembak Abbott lima kali dibelakang kepalanya dengan senjata 9mm Beretta 92FS. Dan tembakan ke 3 membuat Abbott tewas. Gale terus menembaki dan membunuh 3 orang lain dan melukai sekitar tujuh orang.

Teori awal dari motif pembunuhan ini adalah Gale marah karena Pantera bubar atau karena pertengkaran antara Abbott dan vokalis Pantera, Phil Anselmo yang bukan lagi menjadi rahasia. Teori lain adalah Gale yakin kalau Abbott mencuri lagu yang ditulis Gale. Nathan Gale rupanya sakit jiwa berat dan berhenti minum obatnya.

Scene metal dunia pun harus sekali lagi dipaksa kehilangan sosok gitaris metal yang berbakat ini pada 8 desember 2004, satu kehilangan yang patut disayangkan.


4. JEFF HANNEMAN
Mungkin inilah gitaris yang kematiannya nggak diduga banyak orang, begitu mendadak dan juga patut disayangkan scene metal di dunia. Siapa lagi kalau bukan berita kematian Jeff Hanneman, gitaris Slayer.

Awal 2011, Hanneman tejangkit necrotizing fasciitis. Kabarnya penyakit ini terkait dengan gigitan laba-laba yang di klaim Hanneman mengenainya saat ia berada di hot  tub temannya. 

Karena kondisinya ini, Slayer mutusin nggak mengajak Hanneman buat menjalani tur di Australia yang dimulai 26 februari 2011. Slayer mutusin mengajak gitaris Exodus, Gary Holt dan terkadang mengajak Pat o’ Brien, gitaris Cannibal Corpse, buat mengisi posisi Hanneman itu.

Tahun 2012, Tom Araya (basis / vokalis Slayer) mengumumkan kalau Hanneman sudah sembuh. Tapi akhir februari 2013, Kerry King (gitaris Slayer) bilang kalau Hanneman masih sakit dan nggak bisa tampil bareng Slayer. 

2 mei 2013, Hanneman meninggal dunia akibat gagal hati yang berkaitan dengan alcohol yaitu Cirrhosis.

Jeffrey John Hanneman harus meninggal dunia pada 2 mei 2013 dan membuat para metalhead kaget dan sedih atas kepergiaannya yang sangat mendadak ini.

Bahasa Slang Korea

Berikut ini kata2 yang mungkin tidak akan asing yang telah populer bagi kalangan penggemar hallyu

1. Hwaiting

Kata yang satu ini pasti sudah sering kamu dengar. Kata ini menjadi populer sejak Han Ji Eun, diperankan Song Hye Kyo, hampir setiap hari menyebutkannya diserial 'Full House.' Kata 'Hwaiting' sama halnya dengan 'Fighting' dalam bahasa Inggris yang artinya mengajak seseorang melakukan yang terbaik.
Dalam bahasa Jepang, 'Hwaiting' sama dengan 'Hoorah.' Contoh kalimatnya, “Work hard today, hwaiting!"
2. Daebak!
Kata yang satu ini dipopulerkan personel BigBang, Kang Daesung, melalui lagu throat-nya 'Look at Me, Gwisoon.' Kata 'Daebak!' bisa juga berarti 'Wow!' dan digunakan untuk mengambarkan sesuatu yang sangat hebat dan mengagumkan yang berhasil dilakukan seseorang. 
Misalnya, seorang idola yang membawakan lagu dan berhasil mencapai nada-nada tertinggi sekalipun. Contoh kalimatnya, "Daebak!’ he sing it so well.”
3. Aegyo
Kata ini digunakan untuk seseorang yang menggambarkan akting atau tingkah lucu. Biasanya 'aegyo' lebih sering dilakukan wanita ketimbang pria. Kata ini menggambarkan aksi lucu seseorang yang mampu membuat orang lain tertawa. Kata ini bisa juga berarti kepribadian seseorang yang lucu.
Personel girlband 2NE1, Sandara Park, dikenal sebagai gadis aegyo. Contoh kalimatnya, "Dara needs to stop her aegyo. She make me can't stop to laugh.”
4. Bbung
Kata ini digunakan untuk menggambarkan suatu kebohongan atau lelucon yang mengada-ada. Hal ini digunakan untuk mengatakan kepada lawan bicara kita apa yang baru saja kita ucapkan adalah bercanda alias bohong. Contoh kalimatnya, "Don’t trust Jason, everything he says is bbung.

Penggunaan Kata Cina Tidak Pantas Dipakai

Mungkin banyak diantara kita orang Tionghoa yang masih kurang mengerti dengan makna kata “Cina” dan mengapa kata “Cina itu sendiri tidak pantas untuk dipakai untuk menyebut kaum kita. Kata “Cina” sendiri pada awalnya digunakan secara netral sampai dengan awal abad ke-20, namun kemudian karena sering digunakan untuk menghina dan memaki, akhirnya kata tersebut akhirnya mulai ditinggalkan. Beberapa contoh kalimat yang sering dijadikan umpatan misalnya “dasar orang cina lu!” atau “sini lu orang cina!” dan sebagainya.

Seiring dengan itu, gerakan kemerdekaan di Tiongkok mencapai puncaknya pada tahun 1911 dengan berdirinya Republik Tiongkok yang dalam bahasa Mandarin disebut Zhong Hoa Ming Guo. Kata Zhong Hoa dalam dialek Hokkian berubah menjadi Tionghoa. Semangat gerakan ini menyebar ke orang-orang Tionghoa di Indonesia sehingga mereka mulai menyebut dirinya dengan kata Tionghoa, menggantikan kata “Cina”.
Semangat kemerdekaan ini kemudian ditularkan kepada para pejuang kemerdekaan Indonesia. Karena sama-sama merasa senasib, sama-sama berjuang melawan kekuasaan asing (Eropa), maka terciptalah kerja sama dan saling pengertian antara orang Tionghoa dan Indonesia.
Beberapa bentuk kerja sama tersebut di antaranya :
1. Lagu kebangsaan kita, Indonesia Raya, pertama kali dipublikasikan seara umum oleh harian Sin Po, harian milik golongan Tionghoa yang berorientasi ke negeri Tiongkok (Saat itu ada 3 golongan Tionghoa, yaitu : pro-Tiongkok, pro-Indonesia dan pro-Belanda).
2. Orang Belanda suka menggunakan kata ‘Inlander’ untuk menghina orang Indonesia. Kata ini sama dengan kata “Cina”, awalnya netral tapi kemudian berkonotasi negatif. Koran Sin Po-lah yang pertama kali mengambil inisiatif untuk mengganti kata “Inlander” dengan kata “Boemipoetra” yang lebih positif.
Sebagai wujud rasa terima kasih atas kedua hal ini dan terutama atas semangat kebangkitan nasional yang ditularkan orang Tionghoa kepada orang Indonesia, tokoh-tokoh pergerakan Indonesia juga mulai meninggalkan kata “Cina” dan mulai menggunakan kata Tionghoa. Dengan demikian penghilangan kata “Cina” dan menggantinya dengan kata Tionghoa memiliki makna yang sangat penting, khususnya bagi orang-orang Tionghoa di Indonesia. Inilah salah satu bukti bahwa orang Tionghoa ikut berjuang untuk Indonesia. Inilah juga yang membuktikan adanya kerja sama dan saling pengertian yang harmonis antara orang Tionghoa dan Indonesia di jaman pra-kemerdekaan.
Pada jaman Orde Lama, kata yang selalu digunakan adalah Tionghoa, bahkan Koran dan tokoh yang anti Tionghoapun juga menggunakan kata Tionghoa.
Lalu bagaimana kata Tionghoa berubah kembali menjadi kata Cina?
Tanggal 25-31 Agustus 1966 (di awal rejim orde baru) berlangsung seminar Angkatan Darat di Bandung yang bertujuan untuk membahas peran Angkatan Darat. Entah dari mana, tiba-tiba mereka membahas dan memutuskan untuk mengganti kata Tionghoa/Tiongkok dengan kata “Cina”. Pada tanggal 25 Juni 1967 keluarlah keputusan presidium kabinet untuk membuang kata Tionghoa/Tiongkok dan menggantinya dengan kata “Cina”. Dan keputusan ini didukung oleh segelintir Tionghoa (yang maaf, tidak tahu malu) yang tergabung di dalam LPKB (K. Shindunata dkk).
Sebenarnya ini suatu keganjilan besar. Bagaimana mungkin suatu seminar yang tidak ada hubungannya dengan soal Tionghoa mengambil suatu keputusan menghilangkan kata Tionghoa (Angkatan Darat seharusnya mengurus masalah pertahanan negara, bukan masalah penyebutan kata!)? Bagaimana mungkin penghilangan suatu kata saja harus ditetapkan melalui keputusan presidium kabinet? Jelas sekali bahwa keputusan ini rasis dan bermotif politik yang bertujuan mendiskriminasi golongan Tionghoa. Dengan demikian jelas bahwa kata “Cina” sengaja dihidupkan kembali dengan tujuan yang tidak baik.
Sejak saat itu, semua media massa mulai menggunakan kembali kata “Cina” dan meninggalkan kata Tionghoa. Hanya ada satu koran yang tetap bertahan menggunakan kata Tionghoa, yaitu Indonesia Raya yang dipimpin olehMochtar Lubis. Akibatnya bisa kita rasakan sampai sekarang terutama di kalangan generasi muda Tionghoa. Mereka (atau bahkan kita sendiri) tidak terlalu peduli lagi, bahkan sama sekali tidak mengetahui kenyataan sejarah dan makna yang sangat penting di balik penggantian kata “Cina” menjadi Tionghoa. Bahkan banyak yang tidak tahu menahu mengenai kata Tionghoa, yang mereka tahu hanya “Cina” dan menggunakannya tanpa merasa berdosa sama sekali.
Jadi mengapa kata Cina tidak pantas digunakan?
Sebagian orang mengatakan karena kata itu mengandung unsur penghinaan. Memang betul bahwa kata itu mengandung penghinaan. Namun itu tidak berarti bahwa kita harus terhina dan tidak perlu membuat kita terhina/tersinggung. Orang yang menyebut kata “Cina” pun kadang ada yang tidak berniat/bermaksud menghina dengan menggunakan kata “Cina” itu sendiri, mungkin karena pengaruh kebiasaan mendengarkan dari orang lain atau kepeleset omongannya saja.
Namun ada satu alasan yang sangat kuat, yaitu fakta sejarah seperti diuraikan di atas tadi. Penghilangan kata “Cina” dan penggunaan kata Tionghoa adalah bukti bahwa orang Tionghoa ikut berjuang untuk Indonesia dan adanya kerja sama yang baik dan harmonis antara tokoh pejuang Tionghoa dan Indonesia. Jika kata “Cina” dipakai, artinya sama saja kita dengan orang asing yang hanya datang di Indonesia untuk berdagang dan mencari kekayaan disini, bahkan mirip penjajah kompeni zaman dulu.
Juga jelas penggunaan kembali kata “Cina” di jaman orde baru memiliki motif diskriminasi dan penghinaan. Dengan demikian apabila kita masih saja menggunakan kata ‘”Cina”, sama saja artinya kita mengubur fakta sejarah. Sama saja artinya kita tidak menghargai kesepakatan yang diraih oleh para pahlawan kita. Sama saja artinya kita menodai perjuangan para tokoh pejuang kemerdekaan Indonesia baik itu orang Tionghoa maupun Indonesia. Sama saja artinya kita mewarisi kebijakan rejim orde baru yang rasis dan diskriminatif.
Bung Karno pernah mengatakan bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang merhargai para pahlawannya. Saya yakin ini termasuk artinya kita meneruskan perjuangan mereka dan menghargai segala jerih payah mereka. Penghilangan kata “Cina” adalah hasil jerih payah pejuang Tionghoa dan kesepakatan dengan tokoh pejuang Indonesia. Kalau kita tidak bisa menghargainya (atau dengan kata lain kalau saja masih memakai kata Cina), berarti kita bukanlah bangsa yang besar. Dengan demikian, orang Tionghoa yang sudah mengerti fakta sejarah ini tetapi masih saja menggunakan kata “Cina” bukanlah orang yang “besar”!
Setelah mengetahui fakta sejarah ini, diharapkan agar kita semua mulai meninggalkan kata “Cina” ini. Perlu diperhatikan juga, masih banyak orang Tionghoa yang menggunakan kata-kata yang tidak pantas untuk menyebut orang Indonesia sendiri, misalnya “Hoa Na” atau “Fan Kui”. Kebiasaan jelek ini juga harus kita tinggalkan. Mari kita sama-sama saling menghargai satu sama lain, karena di Indonesia itu Negara dengan berbagai suku, agama, kebudayaan dan ras. Jika tidak mampu saling menghargai dan menghormati, silahkan angkat kaki pindah atau cari Negara lain yang mungkin sesuai dengan sikap anda masing-masing.