Tampilkan postingan dengan label MUSIK. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label MUSIK. Tampilkan semua postingan

Senin, 20 Oktober 2014

Kematian Tragis Gitaris Ternama Dunia

Kematian tragis sosok musisi meninggalkan karya yang abadi sampai jauh setelah kematian mereka tersebut. Mungkin, jika mereka masih hidup karya-karya mereka bakal terus mengalir dan kita para metalhead, tentunya masih dimanjakan dengan karya-karya yang bakal muncul dari tangan mereka andai mereka masih hidup sampai hari ini.
 
Tapi takdir berkata lain mereka harus meninggalkan scene metal dengan cepat meskipun menyisakan rasa penasaran banyak metalhead di seluruh dunia akan karya-karya mereka selanjutnya yang memang terpaksa berhenti bareng dengan kematian mendadak mereka.

Nah siapa ke 4 gitaris tersebut ? inilah list mereka :

1. RANDY RHOADS

Gitaris pertama yang kematiannya begitu mengejutkan dan patut disayangkan adalah 
Randy Rhoads, gitaris muda yang dikenal karena menjadi sosok penyelamat karir Ozzy Osbourne. 

Meskipun masih muda dan karyanya terbatas, Randy Rhoads dianggap sebagai salah satu gitaris besar sepanjang sejarah oleh majalah rolling stone. Rhoads banyak kali menjadi cover dari berbagai macam majalah gitar dan juga mempengaruhi banyak pemain gitar, termasuk Yngwie Malmsteen, Dimebag Darrell, Dough Aldrich, Frank Hannon, John 5, Steve Vai sampai Zakk Wylde sekalipun.

Rhoads terpilih sebagai Best New Talent oleh pembaca majalah Guitar Player di desember ’81. Dia juga kepilih sebagai Best Heavy Metal Guitarist oleh pembaca majalah Sound U.K di desember 81. Majalah Rolling Stone nempatin Randy Rhoads di posisi 85 dari list 100 greatets Guitarist dan masih banyak lagi penghargaan yang diterima gitaris kelahiran 6 desember ’56 ini.

Perusahaan ampli Marshall merilis seri 1959RR di tahun 2008 lalu, sebagai penghormatan buat Rhoads. Pabrikan gitar Jackson merilis replika gitar asli Randy, yaitu “shotwing” V. Di tahun 2010 lalu, Gibson Guitar mengumumkan gitar custom signature dari model Les Paul milik Randy di tahun ’74.

April 2011, penulis Joel McIver mempublikasikan biografi lengkap Rhoads berjudul Crazy Train : The High Life and Tragic Death of Randy Rhoads yang kata pengantarnya ditulis Zakk Wylde dan Yngwie Malmsteen menulis kata penutupnya.

Rhoads terakhir kali show 18 maret 1982 di Knoxville Civic Coliseum. Hari berikutnya mereka menuju ke Orlando, Florida. Ozzy Osbourne sempat ngobrol bareng Rhoads malam terakhir itu, dimana Rhoads sempat mengingatkan kebiasaan buruk Ozzy dalam menenggak minuman keras.

Waktu mereka berhenti di Leesburg, Florida, Rhoads bersama mantan pilot Andrew Aycock  dan makeup artist Rachel Youngblood mencoba pesawat kecil F35 yang ada disekitar tempat mereka berhenti tadi. Naasnya setelah sekitar 5 menit diudara, sayap kiri pesawat menabrak atap bis tur mereka sendiri, akibatnya sayap pesawat terbelah dua dan pesawt menajdi tak terkontrol. Rhoads dan Rachel terlempar keluar dari peswat itu dan pesawat pun menabrak sebuah garasi dan terbakar.

Rhoads langsung tewas di kecelakan ini begitu juga Aycock dan Rachel. Ke tiganya terbakar dan hanya bisa dikenali dari jejak gigi mereka dan perhiasan yang dipakai Rhoads. Waktu itu usia Randy Rhoads masih 26 tahun dan mantan gitaris Quiet Riot ini berhasil merekam 2 album studio bareng Ozzy Osbourne, yaitu Blizzard of ozz / dan Diary of Mad Man.

Scene metal pun kehilangan sosok gitaris berbakat waktu itu tepat 19 maret 1982. Patut disayangkan kematian mendadak dan tragis gitaris yang punya nama asli William Randall Rhoads ini.

2. CHUCK SCHULDINER

Gitaris ke dua adalah Chuck Schuldiner, gitaris band Death, yang meninggal pada 13desember 2001. Awalnya, di mei 1999, Schuldiner merasa kesakitan di leher atasnya. Waktu itu dia mengira sarafnya kejepit. Belakangan setelah ngejalanin MRI, diketahui kalau penyebab saraf kejepitnya adalah tumor.

Di ultahnya yang ke 32, Schuldiner di diagnosis tumor otak dan langsung mendapat perawatan radiasi. Oktober 99, pihak keluarga Schuldiner mengumumkan kalau tumornya mengecil dan dia dalam kondisi penyembuhan. Januari 2000, Schuldiner dibedah buat menghilangkan sisa tumornya. 

Operasi tersebut berjalan sukses meski keluarganya menanggung beban finansial yang relative besar. Total biaya yang harus dibayar sebesar USD 70,000. Setelah mendapat bantuan daari komunitas metal, Schuldiner melanjutkan karir musiknya bareng band Control Denied.

Dua tahun setelah itu, mei 2001, kanker itu kembali dan Schuldiner sakit lagi. Waktu itu Schuldiner sempat menolak pembedahan, karena masalah finansial. Dan sekali lagi rekan artis Schuldiner membantu mengumpulkan dana dengan cara melelang barang mereka. 

Akhirnya Schuldiner mendapatkan kemoterapi  yang disebut Vincristine. Tapi efek sampingnya membuat Schuldiner mengidap Pneumonia. Chuck Schuldiner akhirnya harus meninggal pada 13 desember 2001, sekitar pukul 4 pagi dan jasadnya di kremasi. 

Sekali lagi scene metal kehilangan sosok gitaris yang punya pengaruh besar di genre ekstreme metal. Chuck Schuldiner adalah gitaris metal ke dua yang kematiannya sangat disayangkan para metalhead diseluruh dunia.

3. DIMEBAG DARREL
Berikut ini mungkin bisa jadi sosok gitaris metal yang kematiannya paling mendadak, paling mengejutkan dan juga patut disayangkan scene metal dunia.

8 desember 2004, Dimebag Darrell Abbott ditembak waktu onstage bareng Damageplan band Abbott setelah Pantera. Sang penembak, Nathan Gale, menembak Abbott lima kali dibelakang kepalanya dengan senjata 9mm Beretta 92FS. Dan tembakan ke 3 membuat Abbott tewas. Gale terus menembaki dan membunuh 3 orang lain dan melukai sekitar tujuh orang.

Teori awal dari motif pembunuhan ini adalah Gale marah karena Pantera bubar atau karena pertengkaran antara Abbott dan vokalis Pantera, Phil Anselmo yang bukan lagi menjadi rahasia. Teori lain adalah Gale yakin kalau Abbott mencuri lagu yang ditulis Gale. Nathan Gale rupanya sakit jiwa berat dan berhenti minum obatnya.

Scene metal dunia pun harus sekali lagi dipaksa kehilangan sosok gitaris metal yang berbakat ini pada 8 desember 2004, satu kehilangan yang patut disayangkan.


4. JEFF HANNEMAN
Mungkin inilah gitaris yang kematiannya nggak diduga banyak orang, begitu mendadak dan juga patut disayangkan scene metal di dunia. Siapa lagi kalau bukan berita kematian Jeff Hanneman, gitaris Slayer.

Awal 2011, Hanneman tejangkit necrotizing fasciitis. Kabarnya penyakit ini terkait dengan gigitan laba-laba yang di klaim Hanneman mengenainya saat ia berada di hot  tub temannya. 

Karena kondisinya ini, Slayer mutusin nggak mengajak Hanneman buat menjalani tur di Australia yang dimulai 26 februari 2011. Slayer mutusin mengajak gitaris Exodus, Gary Holt dan terkadang mengajak Pat o’ Brien, gitaris Cannibal Corpse, buat mengisi posisi Hanneman itu.

Tahun 2012, Tom Araya (basis / vokalis Slayer) mengumumkan kalau Hanneman sudah sembuh. Tapi akhir februari 2013, Kerry King (gitaris Slayer) bilang kalau Hanneman masih sakit dan nggak bisa tampil bareng Slayer. 

2 mei 2013, Hanneman meninggal dunia akibat gagal hati yang berkaitan dengan alcohol yaitu Cirrhosis.

Jeffrey John Hanneman harus meninggal dunia pada 2 mei 2013 dan membuat para metalhead kaget dan sedih atas kepergiaannya yang sangat mendadak ini.

Senin, 12 Mei 2014

Sejarah & Fakta Death Metal


  Apa itu Death Metal ??? Death Metal adalah genre musik yang merupakan turunan dari genre Thrash Metal yang memiliki tempo yang super cepat dan drum yang menghentak hentak melebihi bapaknya, Thrash Metal, dan bergitar dengan stem yang rendah, serta bervokal yang unik. Banyak orang membenci genre ini, terutama sih katanya gara gara terlalu membuat telinga menjadi pengak dan temanya yang rata rata adalah tentang kematian, pembunuhan, dan sosial. Karena alasan itulah, Death Metal tidak seterkenal dengan genre seperti Dance, RnB, Pop, Rock, Heavy Metal dan sebagainya. Genre ini lebih disebut sebagai genre Underground alias genre yang hanya komunitas tertentu saja yang mendalaminya dan menyukainya. Dibalik kebencian masyarakat, ternyata Death Metal menyimpan banyak sekali Fakta fakta yang unik dan tidak banyak orang yang tahu. langsung saja ke intinya, namun sebelumnya kita lihat dahulu sejarah Death Metal yang banyak orang mungkin tidak tahu

Sejarah Death Metal

   Mungkin anda para masyarakat yang membenci Death Metal atau mungkin yang belum tahu sejarah death metal pada kaget. Mengapa ??? Karena ternyata Death Metal pertama kali tercatat dalam sejarahnya muncul pada sekitar tahun 80an, dimana masa musik jadul yang enak enak merajalela. Padahal, tahun 1980an merupakan masa masa jaya dan masa masa keemasan dari genre Heavy Metal. Banyak band band pentolan metal yang bermunculan pada tahun 80an. Banyak juga ternyata subgenre dari Metal yang bermunculan, seperti extreme metal yang meliputi Thrash Metal, Black Metal, dan Death Metal.

   Kenal tidak dengan band bernama Venom. Venom merupakan band Thrash Metal yang banyak menginspirasi band band Metal, termasuk Death Metal. Diketahui, ternyata Venom lah yang pertama kali menggagas gambaran dan bentuk daripada Death Metal, lewat debut albumnya Welcome To Hell (1981). Selain Death Metal, dialbum ini pun tergagaslah sebuah konsep daripada extreme metal seperti Thrash Metal. Maka dari itu, mulai banyak band Thrash Metal yang bermunculan karena Venom.

 
  Selanjutnya, band bernama Possessed yang merupakan band Death Metal (meskipun secara keseluruhan adalah band Thrash Metal) turunan Venom & yang disebut sebut sebagai band Death Metal pertama ini menciptakan sebuah style terbaru dari Thrash Metal, yakni membuat suara vokal dengan suara suara aneh nan pengak dengan menggunakan tenggorokan. Nah mulai dari sinilah ada musik yang menggunakan vokal yang tidak indah dan dibilang memiliki teknik yang gampang gampang susah yang membuat organ suara kita bisa menjadi kering. Serta Possessed menambahkan suatu style gitar yang lebih pengak untuk didengar dengan tempo yang cepat dan tak beraturan serta berstem rendah. Mulai dari sinilah style Death Metal untuk pertama kalinya muncul, terutama pada album Possessed yang demo berjudul Death Metal (1984) dan debut albumnya Seven Churches (1985).
   Namun ternyata, konsep Possessed ini telah terlebih dahulu dipakai oleh band bernama Death yang dahulunya bernama Mantas. Band ini meski masih beralbum demo, namun album demo ini fenomenal, Death by Metal (1983), merupakan album non real Death Metal pertama. karena di album ini sangat pekat akan tema kematian dan pembunuhannya dan memiliki suara Grunt dari Kam Lee yang pertama kali dipakai serta stem rendah nan tak beraturan gitarnya yang lumayan pengak. Namun ini jarang orang yang mengetahui dikarenakan album Death by Metal ini masih demo.

   Selanjutnya, band Death akhirnya pada tahun 1987 untuk pertama kalinya band ini mengeluarkan debut albumnya yang bernama Scream Bloody Gore. Album ini banyak yang mengatakan bahwa album ini merupakan arsip dokumen pertama dari sebuah Genre Death Metal, yang berarti ini merupakan album real pertama dari Death Metal. Meski gitaris Rick Rozz (kiri di foto 1) dan Vokalis + drummer Kam Lee (tengah di foto 1) dari Death ini telah keluar terlebih dahulu dari Death, namun Chuck Schuldiner (kanan di foto 1, kedua dari kiri di foto 2) tidak berputus asa begitu saja. Dia telah menemukan drummer penggantinya, dan bassist, gitaris dan vokalis sebagai gantinya adalah dia. Ya meski dibilang "ngiris" cuma dua orang yang merilis dan merekam album ini, namun album Scream Bloody Gore ini meraih berbagai kesuksesan, terutama sebagai barometer utama dari sebuah Death Metal. Memang Death Metal pertama ini lebih menonjol ke pergabungan antara Thrash Metal dan Black Metal, namun tetap album ini menjadi barometer utama Death Metal.


   Terbukti, Death Metal akhirnya semakin berkembang. Morbid Angel merupakan salah satu pengembangnya. Melihat Death dan Napalm Death (band Grindcore) yang keduanya memiliki genre yang cepat nan kejam, akhirnya Morbid Angel berinovasi untuk menggabungkan fitur kedua band tersebut kedalam sebuah Death Metal dan mengembangkan Death Metal lebih kompleks dan memiliki hentakan drum yang super cepat serta bergitar solo cepat. Mereka pun mengeluarkan debut albumnya yang bernama Altars of Madness (1989), yang merupakan album Death Metal pertama yang memiliki kualitas rekaman yang jempol dan memiliki tempo drum yang menghentak hentak pertama di sebagian lagunya.

   Death Metal pun mencapai puncak keemasannya pada tahun 1990an. Banyak bermunculan band band Death Metal baru yang juga merupakan pelopor subgenre death metal. Seperti Cannibal Corpse, merupakan penggagas dan pembawa pertama Death Metal yang menggunakan suara vokal Growl atau suara tarik napas yang kini kita sering dengar pada band Death Metal saat ini. Lanjut dengan Suffocation dan Annihilator yang merupakan pendiri Brutal Death Metal. Terus ada Deicide, merupakan band Death Metal yang memiliki prinsip dan pengikut setan (yang benar2 pengikut setan) pertama.
   Pada tahun 90an ini pun muncul berbagai teknik dan subgenre baru dari Death Metal. Band Death lewat albumnya Spiritual Healing (1990) tergagaslah konsep baru death metal yang lebih kompleks dengan tempo yang lambat nan agresif, dan merupakan album Death Metal pertama yang bertemakan sosial, yang padahal tema sosial ini masih asing di kalangan Death Metal pada masanya. Dan juga Death merilis album barunya bernama Human (1991) yang merupakan album Technical Death Metal pertama. Technical Death Metal ini dikenal sebagai pergabungan antara Death Metal dengan sedikit bumbu Progressive Metal dan nada nada kompleks yang umumnya sulit untuk dimainkan oleh orang awam.
   Pada tahun 2000an death metal berkembang lebih pesat lagi. Banyak sekali band Death Metal yang bermunculan di dunia ini. Terutama kini banyak fusion fusion dari genre lain yang dicampur kedalam death metal sehingga menghasilkan Death Metal baru.

Inilah berbagai subgenre Death Metal yang ada :

  • Brutal Death Metal, death metal yang cepat dan sangat agresif dengan memiliki triple pedal dan rata rata bertemakan sosial. Pembawa pertamanya adalah Suffocation dan Annihilator
  • Technical Death Metal, death metal yang memiliki nada yang tidak selalu berstem rendah, namun memiliki nada yang super kompleks seperti progressive metal. Pembawa pertamanya adalah Death
  • Doom Death, death metal yang bertempo lambat nan agresif. Diketahui pertama kali digagas (bukan didirikan) oleh Death lewat album Spiritual Healing
  • Black Death Metal, bercampur dengan unsur black metal alias kegelapan. Populer dibawa oleh band Behemoth
  • Progressive Death Metal, yaitu genre Progressive Metal yang diberi bumbu Death Metal. Pembawa dan pencetus pertamanya adalah Death lewat album terakhirnya The Sound of Perseverance (1998)
  • Deathcore, death metal yang terdapat unsur Grindcore atau core punk. Band yang terkenal membawa genre ini adalah Dying Fetus
  • Symphonic Death Metal, death metal yang diberi unsur simponi seperti lagu klasik bertema kegelapan


   Disamping keganasan dan teknik serta tema yang diusungnya, Death Metal memiliki berbagai macam
Fakta Fakta unik yang terdapat didalamnya yakni sebagai berikut :
  1. Banyak asal usul teori mengatakan dari mana nama Death Metal Berasal. 
  • Mulai dari nama Death Metal yang berada dalam sebuah album yang dikeluarkan oleh Possessed, Death Metal (1984).
  • Teori lain mengatakan berasal dari nama sebuah band yang pertama kali mengeluarkan album real death metal, yakni Death. Karena mereka memainkan genre Metal, maka dari itu sama saja dengan namanya, Death metal band.
  • Ada juga mengatakan dari album Death yang masih demo, yakni Death by Metal (1983)
  • Ada juga berasal dari salah satu judul lagu Possessed, Death Metal, yang merupakan salah satu lagu dari album Seven Churches (1985)
  1. Meski pengak dan tidak enak didengar, namun tidak bisa sembarang orang memainkan genre ini. Dikenal Death Metal memiliki drum yang super cepat, gitar berstem rendah yang kompleks dan cepat, juga memiliki suara vokal yang unik dan tidak bisa sembarang orang memainkannya. Sudah jelas kan, meski berisik, namun ternyata tidak bisa sembarang orang bisa main Death Metal. Karena Death Metal memiliki tempo yang diluar batas normal dan bernada yang super cepat, rata rata bisa mencapai diatas 1/8 dari ketukan tempo
  2. Bisa dibilang, Death Metal bisa disejajarkan dengan lagu klasik. Karena tingkat kerumitan dalam kecepatan dan kekerasan nadanya yang sangat sulit dan tinggi.
  3. Temanya kematian dan sosial, itu berarti menandakan bahwa Death Metal mengingatkan kita akan kematian dan kehidupan sosial masa kini yang semakin memburuk. Makanya, terus tingkatkan iman dan takwa kepada Sang Pencipta ^_^
  4. Death Metal ini merupakan genre yang full elektronik. Gak akan mungkin kita bisa main ini genre kalau gak ada peralatan elektronik. Seperti contohnya gitar elektrik, bass elektrik, dan juga microphone. Gak ada microphone mungkin suara vokal Death Metal susah kedenger.
  5. Bermain Death Metal itu sama dengan berolahraga dan mengasah otak. Karena kekejaman tempo dan tekniknya yang super sulit dan cepat, membuat tubuh menjadi bergerak dengan cepat memainkan alat musik yang berarti olahraga, dan juga bernada cepat yang berarti membuat otak terasah
  6. Mendengarkan Death Metal bisa sebagai sarana meluapkan emosi dengan cara tidak disadari. Hal ini disebabkan tempo dan teknik musiknya yang cadas
  7. Sama halnya dengan musik klasik yang memiliki nada cepat nan kompleks, Death Metal baik untuk perkembangan otak kanan dengan nada nada yang kompleks. Namun tetap perhatikan orangnya, apakah suka Death Metal atau tidak
  8. Cocok bagi anda yang ingin bernyanyi, namun memiliki suara "pas pasan". Seperti halnya Reggae yang memiliki suara jelek namun bisa bernyanyi, Death Metal pun demikian. Karena Death Metal tidak perlu suara yang bagus, asalkan tekniknya benar kita bisa bernyanyi Death Metal, plus tidak bikin malu maluin diri sendiri lagi, hehehe
  9. Mendengarkan Death Metal dapat mengerti arti kehidupan yang positif maupun yang negatif
  10. Tanpa disadari, Death Metal dapat meningkatkan semangat bagi beberapa orang dengan kecepatan temponya
  11. Dan juga tanpa disadari, Death Metal dapat melatih mental dan uji nyali kita akan hal hal yang gaib dan mistis
  12. Death Metal merupakan genre yang fleksibel. Karena jika Death Metal ini dicampur dengan unsur apapun seperti unsur klasik, pop, RnB, bahkan unsur agamapun, bisa timbul sebuah Death Metal yang lebih unik dan lebih kompleks.
Mungkin masih banyak fakta Death Metal yang lain, tinggal kalian rasakan saja.

Tuh kan sudah dapat disimpulkan, meski Death Metal dipandang negatif, namun buktinya banyak Fakta unik dibalik death metal ini. Ternyata juga Death Metal telah ada dari tahun 80an, atau zaman orang tua kita dulu. Nah sekian dulu nih, mohon maaf bila banyak kekurangan.

5 Cover Album Musik yang paling Menghina

Over album biasanya digunakan untuk kebutuhan marketing penjualan CD. Pasalnya kesan pertama dari sebuah CD terletak pada menarik atau tidaknya gambar sampul CD tersebut. Namun, sering juga cover CD digunakan untuk menyampaikan pesan-pesan tertentu. Nah, ternyata ada beberapa band yang menjadikan album covernya yang menuai banyak masalah. Lantaran gambar di sampul album mereka secara jelas menghina Tuhan. Wah? penasaran kan? cek daftar album berikut 5 Cover Album Musik yang paling Menghina seperti dikutip berbagai sumber:

1. The Game - Jesus Piece

The Game - Jesus Piece
[lihat.co.id] - The Game adalah rapper asal L.A yang menuai banyak kontroversi. Seperti terlihat di cover album, gambar tersebut menunjukkan Tuhan seperti layaknya gangster. Album ini, memang ditujukan untuk Tuhan, nama albumnya saja JESUS PIECE. Hal ini membuat gereja katolik roma mengecam label rekaman miliki The Game. Akhirnya, Interscope records menarik cover album ini di pasaran, serta mengganti gambar Tuhan dengan foto saudara kandung The Game.


2. Marilyn Manson - Hollywood

Marilyn Manson - Hollywood
Album dengan judul lengkap HOLLY WOOD (IN THE SHADOW OF THE VALLEY OF DEATH) ini sebenarnya ditujukan Marilyn Manson untuk mengkritik sensor media Amerika. Namun, cover album ini justru malah menyerang umat kristiani.

Aku pikir, ini menyinggung umat Kristen jika aku harus katakan begitu. Aku percaya pada cerita kristus dan menikmati gambar yang dihadirkannya, namun untuk alasan yang berbeda. Aku memiliki interpretasi berbeda,
ini lebih menyinggung daripada Antichrist Superstar, dan sepenuhnya merendahkan ini. Aku akan mengajak remaja untuk masuk Kristen dengan caraku sendiri, cara yang gila. Album ini pun akhirnya diprotes oleh banyak kalangan. Bahkan, seorang pastur di Memphis melakukan aksi demo tidak makan hingga album ini ditarik dari pasaran.


 3. slayer - christ illusions

slayer - christ illusions
[lihat.co.id] -CHRIST ILLUSION adalah album ke-9 milik band thrash metal Slayer. Album ini terbilang pencapaian sukses dari band metal ini. Pasalnya, sejak dirilis tahun 2006, nama Slayer bisa berada di posisi 5 chart Billboard. Bahkan, bisa mendapat Grammy. Yang menarik perhatian publik, tentu cover album ini yang sangat kontroversial.

Album ini menggambarkan Tuhan secara seram berdiri di antara lautan darah. Larry Carol sebagai pencipta artwork juga menggambarkan Tuhan yang tidak memilki tangan dan hanya memiliki satu mata.

Melihat penggambaran tersebut, Mumbai Catholic Secular Forum pun melayangkan gugatan. Hingga akhirnya, di India album ini dibakar dan dihancurkan. Atas respon negatif itu, pihak label pun akhirnya mengganti cover album dari Slayer ini.


4. Slayer - God Hates us all

Slayer - God Hates us all
[lihat.co.id] - Album ini dirilis secara tidak sengaja tepat di tanggal 11 September 2001. Sebelumnya, album ini berjudul SOUNDTRACK TO THE APOCLYPSE, yang tentu saja sangat tepat untuk mewakili kejadian mengerikan di 11 September 2001.Album ini juga berisi lirik-lirik yang mengkritik terhadap Tuhan dan agama. Oleh karenanya, cover album ini menggambarkan Alkitab yang penuh cakaran dan darah, dengan tulsan Slayer di atasnya.


5. Aerosmith - Ninth Lives

Aerosmith - Ninth Lives
[lihat.co.id] - Sejak dirilis pertama kali tahun 1997, single dalam album NINTH LIVES yang berjudul Rock in a Hand Places langsung memuncaki Billboard. Bahkan album ini memberi 2 Grammy untuk Aerosmith.Namun,
cover album ini yang menimbulkan masalah. Cover original album ini adalah gambar Dewa Krishna yang diganti kepalanya dengan kepala kucing. Tuhan dari umat hindu ini digambarkan sedang menari di antara ular iblis bernama Kaliya.

Alhasil, penggambaran tersebut menyinggung banyak umat hindu di seluruh dunia. Aerosmith sendiri mengaku tidak mengetahui asal-usul artwork album ini. Tetapi, Pihak label rekaman kemudian meminta maaf dan mengganti cover album ini.


Baca Selengkapnya Di:http://www.lihat.co.id/#ixzz31VJG4VBb
Follow us: @__BSS__ on Twitter | Lihatcoid on Facebook

sejarah perkembangan musik underground

Heavy metal ditemukan oleh Band veteran Tahun 60′an Steppenwolf, dalam lagu klasiknya yang berjudul ‘Born To Be Wild’ (ada di baris kedua bait kedua, “dasar maniak barang remeh-remeh!”).
“I like smoke and lightning Heavy metal thunder Racin’ with the wind And the feelin’ that I’m under”.
Tapi istilah itu belum dipakai secara tepat sampai pada tahun 1970, ketika Black Sabbath merilis album perdana klasik mereka yang berjudul ‘ Paranoid’. Cukup banyak band Heavy metal.
Dari tahun 1960-an atau bisa disebut Blues Rock seperti Led Zeppelin, AC/DC Classic metal dan disekitar 60an sampai 70′an atau disebut Classic Rock seperti Black Sabbath, Blue Oyster Cult, Deep Purple, Alice Cooper. Permainan Classic metal dimainkan kadang dengan Organ. Musiknya dikendalikan olehriff yang lebih sering dimainkan dalam tangga nada minor. Vokalisnya juga terpengaruh oleh Led Zeppelin kecuali Bapak metal Ozzy Osbourne yang dipengaruhi oleh Sirene udara.
underground metal
Tempo lagu sangat cepat yang diusung oleh gitaris yang memainkan gitar rhytm Downstroke pada Thrash metal oleh band-band seperti Metallica, Megadeth, Slayer dan Anthrax yang dijuluki Big Four Of Thrash. Di San Francisco ada Testament dan Exodus di New Jersey ada Overkill dan Sepultura dari Brazil, lalu pada tahun 1990′an, underground ini lebih memasuki ke Extreme metal seperti Black metal yang diprakarsai oleh band-band cadas seperti Venom, Mayhem, Bathory, Mercyull Fate dan Death Metal yang cenderung menggunakan vokal dengan growl rendah dan banyak screamnya berkembang pada 1991 menjadi Scandinavian Death metal oleh Entombed, Dismember, Unleashed, dan At The Gates Melodic Death metal yang berasal dari Gothenburg Swedia lalu berkembang di Finlandia dan Norwegia oleh band-band seperti Arch Enemy, Dark Tranquillity, Disessction. Florida Death metal adalah Turunan jenis musik Thrash metal yang berasal dari band Kreator dan Destruction melahirkan band band asal Florida yang terkesan lebih brutal yang menjadi Techical metal di pioniri oleh Cynic (kemudian menjadi berevolusi menjadi Aghora ), Atheist, Immolation, Death. Progressive Death metal yang mungkin lebih cenderung ke visualisasi dan banyak mengunakan Tradisional pun dimaklumi, Pionirnya adalah Opeth, Pestilence, Death, Novembre dan mungkin Progressive metal oleh Dream Theater.
Perbedaannya dengan Power metal adalah genre ini lebih bersemangat dan vokalis genre ini kebanyakan di pengaruhi oleh Rob Halford dan Bruce Dickison band-band genre ini kebanyakan dari Eropa. Misalnya, Europe (Swedia), Iron Maiden (U.K), Helloween (Jerman). Dan Speed metal dimainkan lebih cepat sangat-sangat cepat dan bertenaga seperti Motorhead (akhir-akhir), Iron Angel, Anthrax.
Karakteristik Death Metal
Sebelum saya masuk ke inti bahasan, saya ingin mengenalkan anda sedikit mengenai genre ini. Secara sederhana, death metal adalah perpaduan antara suara growling yang dalam, gitar yang disetel rendah serta penuh distorsi, bass yang berat, serta drum yang intense dan menderu. Lirik lagu adalah penarik perhatian utama departemen kreatif. Temanya bisa beragam, dari darah dan gore, setan, hingga horor dan filsafat. Struktur musiknya juga variatif, mulai yang simpel dan brutal, hingga yang intense dan teknikal. Growl vokal berbeda-beda, antara lain growl tinggi dan parau, serta growl rendah nan garang. Saking kayanya, orang bisa bilang bahwa death metal itu sekaya kerajaan binatang!
Sejarah Death Metal
Sekarang kita beranjak ke sejarah death metal. Genre ini sendiri memiliki latar belakang yang luas dan warna-warni. Agak sukar bagi saya untuk menjelaskan semua sisi genre hebat ini dalam satu hari. Karena itu di sini saya akan berusaha menunjukkan hal-hal utama saja, dan peristiwa-peristiwa penting yang mewakili inovasi ke depan, dan topik-topik semacam ini. Sekarang silakan anda duduk dengan nyaman karena saya akan segera membawa anda ke suatu perjalanan menyelami death metal.
Death Metal Gelombang Pertama (1983 - 1990)
Death metal dapat dirunut akarnya ke masa keemasan heavy metal di tahun 1980-an. Dari pengaruh hebat yang dibawa band-band thrash metal seperti Slayer dan Kreator, death metal mulai tumbuh semenjak sebagian kecil orang yang tersebar di Amerika mencomot sound thrash metal yang cepat dan agresif milik Slayer dan Kreator lalu menambahkannya dengan ramuan brutal berkadar ekstra. Tidak diketahui dengan pasti band mana yang menjadi penemu pertama death metal namun penelitian telah membawa kita kepada tiga nama kunci ; Death dari Florida (Death aslinya bernama Mantas ketika pertama kali dibentuk), Possessed yang lahir di California, dan Master yang berbasis di Illinois; ketiga band ini sama-sama terbentuk tahun 1983.
Death Metal Death MetalDeath Metal
Sound yang diperkenalkan ketiga band ini adalah drum yang sangat cepat, menderu dan konsisten dengan blast-beat, riff secepat halilintar, dan vokal growl rendah serta parau yang dikombinasikan dengan teriakan tinggi yang memekakkan telinga. Isi liriknya sebagian besar membawa tema gore dan setan. Beberapa event penting terjadi di tahun 80-an. Death memulai terbentuknya scene death metal di Florida, nantinya hal ini berpengaruh terhadap berdirinya dua band inovatif lain di kota yang sama di era 80-an yakni Morbid Angel dan Obituary. Possessed membantu menanamkan tema satanisme sebagai tema lirik utama, serta berpengaruh terhadap berdirinya band-band death metal di California. Master membantu berdirinya scene death metal di North East (Illinois, New York, Pennsylvania, dsb). Di samping tiga inovator tersebut (Death, Possessed, Master), ada beberapa band penting lain yang juga bermunculan di era 80-an yang kelak akan menjadi band death metal yang sangat diperhitungkan. Band-band itu antara lain Morbid Angel, Obituary, Deicide, dan Cannibal Corpse. Kita akan membicarakan band-band itu nanti.
Deat Metal Death Metal
Ciri musik:
1. Growl yang rendah dan parau serta teriakan bernada tinggi.
2. Gitar yang disetel rendah, penuh distorsi.
3. Bass yang gelap dan garang.
4. Drum yang bertempo sangat cepat, blast-beat.
5. Secara keseluruhan, sound-nya sangat dekat dengan sound genre ayahnya, yakni Thrash Metal.
Album penting:
1. Death “Scream Bloody Gore”
2. Possessed “Seven Churches”
3. Master “Master”
4. Obituary “Slowly We Rot”
5. Morbid Angel “Altars Of Madness”
Death Metal Gelombang Kedua (1990 - 1999)
Masa kedua adalah sebuah era di mana death metal benar-benar mulai populer. Banyak hal terjadi di era ini; bermunculannya band-band penting, perubahan dalam sound, dan merebaknya kontroversi di sekitar aliran ini. Pada kenyataannya banyak sekali peristiwa penting terjadi di masa ini, saya akan mencoba memecahnya berdasarkan tahun. Jangan kaget apabila saya mengganti pokok pembicaraan terlalu tiba-tiba.
Pada tahun 1990, Death merilis “Spiritual Healing”, sebuah album dengan tema yang agak lain dibanding tema album death metal saat itu. Di album ini mereka lebih berfokus pada isu sosial dan filosofis, tidak lagi darah dan gore seperti dua album mereka sebelumnya. Deicide merilis album debutnya, “Deicide”. Album ini benar-benar mengangkat satanisme ke tingkat yang sangat ekstrim. Satanisme yang sangat serius, bukan satanisme murahan yang pernah anda temukan dalam album-album Venom.
Yang jelas album ini sangat sukses di kalangan underground, karena musiknya yang catchy dan mengesankan. Di tahun yang sama Cannibal Corpse mengeluarkan album pertamanya, “Eaten Back To Life”. Album ini memperkenalkan sebuah gaya baru dalam growl yang disebut ‘The Cookie Monster’ yang dibawa oleh vokalis mereka, Chris Barnes. Dalam growl gaya ini, suara yang dikeluarkan lebih kasar dan dalam, mirip dengan vokal sebuah tokoh dalam Sesame Street, the Cookie Monster. Dan karena gaya vokal ini mengeluarkan sound yang agresif dan jahat, kata-kata yang diucapkan vokalis menjadi lebih susah ditangkap. Kelak gaya vokal ini akan menjadi penanda utama atau atribut paling mudah dikenal orang saat mereka membicarakan death metal.
Death Metal Death Metal
Sekarang kita masuk ke tahun 1991. Tahun ini menjadi saksi munculnya brutal death metal, yang dimainkan oleh dua inovator utama aliran ini, Suffocation dan Immolation. Genre ini dicirikan oleh growl yang rendah dan ultra-berat, dan penekanan ekstra pada bass, gitar dengan setelan rendah, dan penggunaan bass drum yang lebih intense. Genre ini, meski kelihatannya amat simpel, namun untuk memainkannya membutuhkan ketrampilan teknis dan penguasaan musik yang tinggi. Dua album brutal death metal yang dirilis di tahun ini adalah “Effigy Of The Forgotten” dari Suffocation dan “Dawn Of Possession” milik Immolation.
Death Metal Death Metal
Tahun 1992 tercatat sebagai tahun di mana death metal mulai menunjukkan kesuksesan komersil. Dimulai dengan album masterpiece dari Obituary, “The End Complete”. Album ini terjual 250.000 kopi di seluruh dunia, termasuk salah satu album death metal paling laris sepanjang masa. Ada beberapa faktor yang berperan dalam kesuksesan album ini. Pertama adalah label. Obituary dikontrak oleh Roadrunner Records, sebuah label cukup besar yang menjadi rumah bagi band-band death metal terdahulu. Roadrunner memiliki modal untuk mencetak banyak kopi dan mampu mengedarkannya ke para distributor. Kedua adalah basis penggemar yang luas.
Obituary telah memiliki basis fans yang hebat saat album mereka keluar. Ketiga adalah fakta bahwa di tahun yang sama, Obituary melakukan tur bersama band death metal terkenal lain, Cannibal Corpse. Album sukses lain yang keluar tahun tersebut adalah “Legion” dari Deicide. Album ini juga dirilis oleh Roadrunner Records dan didistribusikan luas ke seluruh belahan dunia. Album paling inovatif pada tahun tersebut adalah “Soul Of A New Machine” dari Fear Factory. Rilisan ini adalah album death metal pertama yang mengenalkan vokal bersih, suatu langkah yang dianggap tabu bertahun-tahun sebelumnya. Terobosan ini akan menjadi jalan bagi banyak band death metal untuk melakukan inovasi mencengangkan dalam aliran ini kemudian.
Death Metal Death Metal
Melangkah ke tahun 1993. Peristiwa paling menonjol di tahun ini adalah rilisan album “Covenant” milik Morbid Angel. Dianggap penting sebab itu adalah album death metal pertama yang dirilis oleh label besar, mencatatkan Morbid Angel sebagai band death metal pertama yang bergabung dengan label besar. Label yang mengontrak mereka adalah Giant Records. Meski tidak tampak seperti label besar namun Giant Records ditopang oleh Warner Brother Records, salah satu label rekaman terbesar di dunia.
Death MetalSekarang saatnya mengoper persneling. Di tahun 1994, Cannibal Corpse merilis “The Bleeding”, album rekaman terakhir mereka bersama vokalis Chris Barnes. Cryptopsy meluncurkan “None So Vile”, salah satu album death metal terbaik yang pernah dihasilkan oleh band Kanada. Di tahun 1995, Suffocation mengeluarkan “Pierced From Within”, yang dengan cepat menjadi album death metal klasik.
Melompat ke tahun 1998, kita akan menemukan band pionir death metal dari Florida, Death, merilis album terakhir mereka “The Sound of Perseverance”. Album ini memperlihatkan puncak pencapaian band ini. Sound mereka bergeser dari death metal menjadi lebih progressive metal. Album ini merangkum teknik perkusi rumit dari sosok terkenal Richard Christy, performa bass luar biasa Scott Clendenin, serta permainan gitar yang kompleks dan dalam oleh duo Shannon Hamm dan Chuck Schuldiner.
Ini adalah album yang benar-benar memberi definisi baru genre death metal. Sama pentingnya dengan “The Sound of Perseverance”, adalah “Gore Metal”, debut album milik Exhumed. Dianggap penting karena album ini juga merekam perkembangan genre musik. Gore Metal berakar dari death metal, namun memiliki sound melodik lebih banyak dan riff yang catchy. Yang jelas, dalam album ini seringkali ada tiga vokalis yang berbeda, seperti Carcass di awal karirnya. Album ini segera menjadi inspirasi ribuan band lain untuk menirunya, dan memainkan jenis musik yang sama. Anyway, ini era yang ekspansif. Karena tak mungkin bagi saya untuk menjelaskan semua peristiwa yang terjadi di era tersebut pada halaman ini, saya akan berhenti di sini.
Death Metal
Ciri Musik:
1. Kemunculan brutal death metal
2. Berkembangnya progressive death metal
3. Membiaknya Gore Metal
Album Penting:
1. Death “The Sound Of Perseverance”
2. Morbid Angel “Covenant”
3. Deicide “Legion”
4. Cannibal Corpse “Eaten Back To Life”
5. Suffocation “Pierced From Within”
6. Immolation “Dawn Of Possession”
7. Exhumed “Gore Metal”
Death Metal Gelombang Ketiga (2000 - sekarang)
Ini adalah gelombang terkini dalam death metal. Di era ini kita bisa melihat bahwa death metal kembali memperoleh popularitasnya kembali di seluruh penjuru dunia. Ide-ide baru tumbuh subur dari dalam bawah tanah. Band-band baru menjejakkan langkah mereka menuju kerajaan baru. Rilisan penting pertama di era ini adalah album Morbid Angel “Gateways to Annihilation” di tahun 2000. Album ini meneruskan pengaruh progressive death metal yang dibawa Death. Album lain yang dirilis di tahun yang sama adalah “Insineratehymn”, sebuah karya yang menancapkan kembali pengaruh Deicide.
Death MetalTragedi menimpa masyarakat death metal pada 2001 dengan kematian Chuck Schuldiner karena kanker otak. Komunitas death metal berduka karena kehilangan salah satu sosok pionir dan pemikir terbaiknya. Melangkah ke 2002, kita menyaksikan lebih ekspansifnya penyebaran gore metal, seiring rilisan kaya inovasi “Mondo Medicale” dari Impaled. Tak dapat dilepaskan dari pengaruh hebat Carcass, Impaled membangun genre gore metal dengan melodi dan kemampuan bermusik yang prima.
Death metal terus berkembang di tahun 2003, saat Exhumed meluncurkan “Anatomy Is Destiny”. Dalam album ini riff menjadi bagian wajib, skill juga makin mendapatkan fokus yang lebih besar, dan pengaruh band-band Swedish death metal makin kentara. Saat ini kita tengah hidup di era gelombang ketiga death metal dan keadaan senantiasa berubah. Kita belum tahu ke mana gelombang ini akan membawa kita, jadi kita tunggu saja.
Who Said Death Metal Is Dead?!
Mendekati akhir dari laporan ini, kita mesti ingat bahwa death metal terus berkembang dalam tempo yang cepat, dan terus berubah seiring waktu. Lima tahun dari sekarang barangkali informasi dalam tulisan ini akan jadi usang! Apabila anda menemukan kekeliruan dalam tulisan ini misalnya informasi yang tak lengkap atau ada peristiwa penting yang terlewatkan, itu semata-mata kelemahan saya dan mohon dimaafkan.
Tapi saya tidak patut khawatir, sebab kita semua memiliki pemikiran yang berbeda-beda, dan niat saya menuliskan laporan ini bukanlah sebagai tugas namun untuk berbagi informasi bagi siapa saja yang ingin mengetahui sedikit tentang genre death metal dan agar yang saya tulis ini menjadi catatan di waktu mendatang.

Minggu, 09 Februari 2014

Lagu Protes Paling Berpengaruh Di Dunia

Lagu protes yang diciptakan oleh musisi adalah semata mata untuk menunjukan rasa protes mereka terhadap keadaan yang mereka anggap tidak benar. berbagai genre musik tidak mengurungkan niat mereka untuk membuat lagu protes dan terbukti berhasil. Sahabat anehdidunia.com dikutip dari majalah politik di london New Stateman, Berikut ini adalah lagu lagu protes paling terkenal di dunia.


lagu protes paling terkenal di dunia

Imagine (John Lennon)
Lagu ‘Imagine’ ditulis dan dinyanyikan oleh musisi progressif  John Lennon, pada tahun 1971. Kabarnya, lagu ini terinspirasi oleh puisi-puisi Yoko Ono di buku “Grapefruit” di tahun 1964. Lagu Imagine mewakili mimpi John Lennon mengenai masa depan yang dicita-citakan: sebuah dunia tanpa negara, tanpa agama, dan tanpa kepemilikan, dan tanpa keserakahan dan kelaparan.

Sebagian orang menuding itu mimpi atau utopia. Tapi, John Lennon bilang, “you may say I’m a dreamer, but I’m not the only one/ I hope some day you’ll join us/ And the world will be as one. Lennon sendiri pernah berkelakar, “bayangkan, tidak ada agama, tidak ada negara, tidak ada politik, ini hampir mirip dengan Manifesto Komunis, meskipun meskipun aku tidak terlalu Komunis dan saya tidak tergabung dalam gerakan apapun.”

Obsesi Lennon itu tidak terlepas dari ketidakpuasannya terhadap keadaan. Di tahun 1960-an hingga 1970-an, John Lennon bersama The Beatles aktif dalam gerakan anti-perang, terutama menentang perang Vietnam.

God Save the Queen (The Sex Pistol)
Ini adalah lagu yang diciptakan dan dinyanyikan oleh grup band Punk Rock, Sex Pistol. Lagu ini masuk album Never Mind the Bollocks, Here’s the Sex Pistols, yang diluncurkan tahun 1977.

Lagu ini menentang monarki yang berkuasa di Inggris. Saat itu Inggris dibawah kekuasaan Ratu Elizabeth II. Judul lagu “God Save the Queen” diambil dari lagu kebangsaan Inggris. God Save the Queen punya lirik yang sangat pedas: God save the queen/ She ain’t no human being/ There is no future/ In England’s dreaming. Majalah musik Rolling Stone menempatkan ‘God Save The Queen” dalam daftar 500 lagu terbaik sepanjang masa.

This Land is Your Land (Woody Guthrie)
Banyak  menyebut lagu ‘This Land is Your Land’ sebagai lagu kebangsaan kedua Amerika Serikat. Yang Lain bilang, ini lagu versi tandingan kaum marxis terhadap lagu ‘God Bless America’.

Lagu ini diciptakan dan dinyanyikan oleh Woody Guthrie. Guthrie menulis lagu ini di tahun 1940 dan merekamnya tahun 1944. Kabarnya, Guthrie menulis lagu ini karena jengkel dengan lagu ‘God Bless America’-nya Irving Berlin, yang tak henti-hentinya diputar di radio.

Lagu ini merupakan refleksi Guthrie setelah melakukan perjalanan panjang dari barat ke pantai timur Amerika. Di perjalanan itu ia bertemu dengan gelandangan, pekerja migran yang terlunta-lunta, dan petani yang tertekan oleh depresi ekonomi.

Lirik lagu ini mengalami beberapa kali pengubahan. Sekarang lagu ini menjadi lagu kebangsaannya gerakan rakyat di Amerika. Hampir setiap aksi protes menyanyikan lagu ini. Termasuk saat aksi yang digelar oleh Gerakan ‘Occupy Wall Street’. Sekarang lagu ini banyak dinyanyikan oleh Pete Seeger, Bruce Springsteen, Tom Morello, dan lain-lain.

Free Nelson Mandela (The Special AKA)
Lagu ‘Free Nelson Mandela’ pertama kali dirilis tahun 1984 sebagai bentuk protes atas penangkapan dan pemenjaraan terhadap aktivis pembebasan Afrika Selatan, Nelson Mandela. Lagu ini pertama kali dinyanyikan oleh band asal Coventry, Inggris, yakni The Special AKA. Lagu ini pernah menempati urutan ke-9 tangga lagu di Inggris dan sangat populer di Afrika.

Penulis lagu ini, Jerry Dammers, tidak begitu yakin lagi akan melahirkan pengaruh kuat dan terkenal. Pada kenyataannya, lagu ini sangat terkenal ke penjuru dunia. Bahkan, lagu ini selalu dinyanyikan saat pawai atau aksi massa ANC (Kongres Nasional Afrika).

The Times they are a-Changing (Bob Dylan)
The Times They Are a-Changin adalah lagu yang sekaligus menjadi judul album karya Bob Dylan yang muncul di tahun 1964. Ini adalah salah satu lagu protes paling terkenal yang ditulis Bob Dylan.

Lagu ini juga menjadi salah satu pembakar spirit perlawanan dan protes sosial di tahun 1960-an. “Ini jelas sebuah lagu yang punya tujuan,” katanya. “Gerakan hak-hak sipil dan gerakan musik kerakyatan akan sangat dekat untuk sementara dan beraliansi saat itu.

Pada tahun 1960, Bob Dylan merupakan salah satu dari sekian penyanyi yang menjadi icon musik protes. Lagu-lagunya langsung menohok isu-isu politik, seperti hak-hak sipil warga kulit hitam Amerika, anti-perang, anti-militerisme, dan lain-lain.

Strage Fluit (Billie Holiday)
“Strange Fruit” adalah satu lagu terkenal yang dinyanyikan oleh Billie Holiday, seorang penyanyi jazz Amerika terkemuka. Lagu ini mulai dibuat dan direkam tahun 1939. Lagu ini diambil dari pusisi Abel Meeropol, seorang Yahudi yang menjadi aktivis Partai Komunis.

Lagu ini memprotes praktek ‘hukuman gantung’ yang berlangsung di Amerika Selatan. Sebagian besar yang digantung adalah kaum budak atau keturunan Afro-Amerika. Tercatat, sedikitnya 3,446 kulit hitam dan 1297 kulit putih dihukum gantung sejak 1882 hingga 1968.

Lagu ini cukup populer dan masuk daftar 20 lagu terbaik sepanjang masa. Lagu ini sekaligus melambungkan nama Billie Holiday dengan suaranya yang luar biasa untuk terus dikenang dalam sejarah lagu politis di dunia.

La Marseillaise (Claude De Lisle)
La Marseillaise adalah salah satu lagu patriotik di saat meletusnya Revolusi Perancis. Lagu ini ditulis oleh komposer Perancis yang juga bekerja sebagai tentara, Claude Joseph Rouget de Lisle.

De Lisle awalnya menulis lagu dengan tajuk  Chant de guerre pour l’Armée du Rhin ( Lagu perang untuk tentara dari Rhine). Lagu ini sangat populer saat revolusi Perancis meletus. Lagu ini dinyanyikan oleh sukarelawan dari Provencal, yang sebagian besar adalah warga biasa, yang berusaha menangkap Raja Louis XVI di bulan Agustus tahun 1792.

Lagu ini kemudian dikenal sebagai La Marseillaise dan dijadikan lagu kebangsaan Perancis pada tahun 1795. Namun, lagu ini sempat dilarang di era Napoleon I, Louis XVIII dan Napoleon III. Kendati lagu ini sangat sukses, tetapi tidak demikian dengan penciptanya. De Lisle meninggal dalam kemiskinan di tahun 1836.

Sunday Bloody Sunday (U2)
Lagu “Sunday Bloody Sunday” diciptakan dan dinyanyikan oleh kelompok band Irlandia, U2, untuk mengenang kejadian tragis pada 30 Januari 1972, di kota Derry, Irlandia Utara, saat militer Inggris menyerang pawai damai kelompok hak sipil.

Saat itu, lebih dari 20 ribuan warga Irlandia Utara menggelar aksi damai. Namun, militer Inggris meresponnya aksi damai dengan sangat brutal. Mereka mengirimkan pasukan penerjun payung bersenjata lengkap dan menembaki demonstran. Laporan resmi menyebutkan 27 orang demonstran tewas dalam serangan brutal itu.

Lagu ini masuk dalam album “War”, yang diluncurkan Februari 1983. Lagu “Sunday Bloody Sunday” menjadi lagu protes paling terkenal dan selalu dinyanyikan U2 di setiap konsernya selama 25 tahun. Bono, pentolan U-2, yakin bahwa musik bukan sekedar hiburan, tapi lebih dari itu. Menurutnya, musik bisa mengubah sebuah generasi. “Lihatlah apa yang terjadi dengan Vietnam. Musik mengubah seluruh generasi untuk bersikap terhadap perang,” katanya.

Internationale (Eugène Pottier)
Inilah lagu yang membangkitkan klas tertindas dan terhisap di seluruh dunia untuk bangkit melawan. Inilah lagu “Internasionale”, karya Eugène Pottier, seorang buruh dan sekaligus sosialis Perancis.

Lagu ini sudah diterjemahkan dalam hampir semua bahasa di seluruh dunia. Lagu ini menjadi lagu kaum proletar di seluruh dunia yang berjuang untuk pembebasan sejati, yakni sosialisme.

Lagu ini diciptakan oleh Pottier di bulan Juni 1871, di saat kaum buruh berhasil membangun kekuasaan proletar pertama di muka bumi, yakni Komune Paris. Pottier sendiri menjadi bagian dari pemerintahan revolusioner tersebut. Vladimir Lenin kemudian menulis, “Komune ditindas, akan tetapi Internasionale-nya Pottier menyebarkan ide-ide Komune ke seluruh penjuru dunia, dan sekarang lagu ini mempunyai daya hidup lebih daripada di waktu kapanpun.”

Lagu ini membakar semangat perlawanan siapa saja yang berjuang untuk keadilan sosial. Tidak hanya kaum sosialis dan kaum komunis. Sampai-sampai seorang demokrat radikal seperti Ki Hajar Dewantara tertarik untuk menerjemahkan lagu ini ke bahasa Indonesia.

Shipbuilding (Robert Wyatt/Elvis Costello)
Lagu Shipbuilding ditulis oleh Elvis Costello saat perang Falkland meletus di tahun 1982. Lagu ini mengangkat hal kontradiktif semasa perang Falkland. Saat itu, untuk menggantikan kapal perang yang rusak, galangan kapal tradisional ini pun kembali dibangun.

Namun, berita pembangunan kembali galangan kapal baru ini tidak begitu menyenangkan, sebab anak-anak muda di daerah sekitar galangan kapal juga harus ikut menyerahkan nyawa mereka di dalam perang.

lagu protes paling berpengaruh di dunia

 Jerussalem (Willam Blake)
Lagu ini berasal dari puisi dari seorang penyair Inggris, William Blake. Puisi ini kemudian menjadi lagu oleh Hubert Parry di tahun 1916 dan diberi judul “Jerussalem”. Sejak itu, lagu itu menjadi lagu universal.

Blake, yang gelisah dengan revolusi Industri, menulis puisinya dari cerita  apokrif kunjungan Yesus ke Inggris, yang ada kaitannya dengan konsep ‘kedatangan kedua’ dan pembentukan Yerussalem lain. Sebuah metafora untuk dunia baru yang lebih damai.

Blake mengadopsinya dalam konteks Inggris, di saat Revolusi Industri di abad ke-19, yang ditandai dengan ketakutan terhadap ‘pabrik-pabrik setan’. Ia memimpikan Jerussalem dengan rumputnya yang biru.

Won’t Get Fooled Again (The Who)
Won’t Get Fooled Again adalah lagu yang dinyanyikan oleh band Rock Inggris, The Who, pada tahun 1971. Kendati lagu dikategorikan lagu politik, tetapi sebetulnya bentuk sinisme politik.

Si penulis lagu ini, Pete Townshend, pernah bilang, tidak tepat sebuah lagu mendekritkan revolusi. Menurutnya, sebuah revolusi, seperti juga semua aksi, hanya akan mencapai hasil yang tidak pernah kita perkirakan.

Ketika sutradara film  Michael Moore meminta lagu ini dimainkan di bagian penutup film Fahrenheit 9/11, Townshend menolaknya. Jadi, sebetulnya lagu bukanlah lagu protes yang diharapkan bisa menggerakkan mereka yang dijepit ketidakadilan.

Killing In The Name (Rage Against The Machine)
Lagu Killing In The Name adalah lagu yang diciptakan dan dinyanyikan oleh band revolusioner asal Amerika, Rage Against The Machine (RATM), pada tahun 1992.

Lagu ini dipersembahkan sebagai bentuk perlawanan terhadap rasisme dan kebrutalan polisi. Lagu ini lahir bersamaan dengan kerusuhan rasial yang terjadi di Los Angeles tahun 1992. Kerusuhan itu dipicu oleh pembebasan 4 polisi kulit putih yang terlibat pemukulan terhadap seorang kulit hitam.

Lirik lagu ini memperlihatkan luapan kemarahan. Kata ‘F**k You’ tercatat 16 kali di lagu ini. Kemudian ditutup dengan teriakan “Motherf**ker!”. Ini kemarahan yang sudah mendidih terhadap rasisme yang terlembaga dalam sistem politik Amerika. Bahkan, di dalam korps kepolisian banyak yang menjadi pendukung organisasi teroris-fasis  Ku Klux Klan.

Talkin’ ‘Bout a Revolution (Tracy Chapman)
Talkin’ ‘Bout a Revolution adalah single kedua dari Tracy Chapman. Lagu ini berisi pesan politis agar rakyat miskin bangkit untuk merebut hak-hak mereka. Lagu ini dirilis tahun 1988.

Pada tahun yang sama, Tracy tampil di Konser memperingati 40 Tahun Deklrasi Hak Azasi Manusia. Juga, pada tahun yang sama, ia tampil dalam konser penghormatan untuk Nelson Mandela. Dana yang terkumpul dari konser itu digunakan untuk perjuangan anti-apartheid.

Tracy Chapman, yang sangat mengagumi Nelson Mandela, merasakan kerasnya kehidupan sosial di AS yang rasis. Namun, sikap humanis-nya justru terbangun dari pengalaman itu. Ia kemudian mendedikasikan lagu-lagunya untuk melawan ketidakadilan dan penindasan.

Mississippi Goddam (Nina Simone)
Lagu Mississippi Goddam ditulis dan dinyanyikan oleh penyanyi dan pianis Amerika, Nina Simone, pada tahun 1964. Lagu ini merupakan protes atas pembunuhan Medgar Evers, seorang aktivis hak-hak sipil keturunan Afrika di Mississippi.

Lagu ini juga memprotes pengeboman gereja di Birmingham, Alabama, dan pembunuhan empat orang anak kulit hitam. Ia pernah menyanyikan lagu ini dihadapan 40.000 orang di acara aksi Selma to Montgomery marches.

Setelah dirilis, lagu ini menjadi lagu aksi-nya kelompok pejuang hak-hak sipil di Amerika. Lagu ini sempat dilarang di beberapa negara bagian selatan Amerika karena kata-kata “goddam”.

What’s Going On? (Marvin Gaye)
Lagu “What’s Going On” direkam tahun 1971 oleh penyanyi R&B Amerika, Marvin Gaye. Lagu ini awalnya disusun oleh Renaldo “Obie” Benson, yang juga penyanyi R&B.

Lagu ini terinspirasi dari kejadian yang disaksikan Benson saat melakukan kunjungan ke Barkeley di tahun 1969. Saat itu ia menyaksikan kebrutalan polisi yang memukuli demonstran. Ia kemudian berusaha menuliskan apa yang disaksikannya. Tetapi tidak pernah selesai.

Sampai kemudian ia bertemu Marvin Gaye dan menawarkan lagu ini. Marvin Gaye meresponnya. Tak lama setelah dirilis, kaset lagu ini laku 2,5 juta kopi.

The Revolution Will Not Be Televised (Gil Scott-Heron)
Lagu ‘The Revolution Will Not Be Televised’ diciptakan oleh penyair dan sekaligus penyanyi jazz Amerika, Gil Scott-Heron. Ia kemudian merekam lagu ini pada tahun 1970.

Lagu ini lahir sebagai respon terhadap kehidupan politik di era Presiden Nixon dan ketidakmampuan media mainstream menangkap kehendak atau perasaan rakyat. Judul lagu ini diambil dari slogan populer dari gerakan protes di tahun 1960-an.

Menurut Gil, lagu itu tentang bagaimana mengubah pikiran. “Anda harus mengubah gaya berpikir anda sebelum mengubah jalan hidup anda dan cara anda bergerak.”

Redemptiong Song (Bob Marley and The Wailers)
Lagu ‘Redemptiong Song” karya Bob Marley ini ditulis di tahun 1979. Lagu ini terinspirasi oleh pidato yang disampaikan oleh Marcus Garvey, salah satu tokoh pejuang pembebasan Afrika, yang menyerukan bangsa Afrika untuk melakukan ‘emansipasi dari mental budak’.

Ini adalah lagu yang berisi seruan bagi bangsa Afrika, yang baru saja lepas dari perbudakan, untuk melepas mental budak dengan membebaskan pikiran mereka dari rasa rendah diri dan terperintah.

Melalui lagu ini, Bob Marley menebar optimisme kepada bangsa Afrika tentang masa depan yang gemilang: We forward in this generation Triumphantly. Di tahun 2009, seorang penyair Jamaika, Mutabaruka, menyatakan lagu ini sebagai lagu paling populer dalam sejarah Jamaika.

Where Have All the Flowers Gone (Pete Seeger)
Lagu Where Have All the Flowers Gone adalah lagu rakyat yang diciptakan dan dinyanyikan oleh penyanyi Kerakyatan Amerika, Pete Seeger. Lagu ini ditulis Peter Seeger di tahun 1945.

Lagu ini banyak terinspirasi oleh lagu-lagu rakyat Ukraina yang ada di dalam novel “And Quiet Flows the Don” karya novelis Soviet Michail Sholokhov.

Pete Seeger sendiri adalah pencipta banyak sekali lagu-lagu rakyat Amerika yang populer, seperti We Shall Overcome, If I Had a Hammer, dan Guantanamera.

Pete Seeger sudah 7 dekade lebih menekuni lagu-lagu rakyat dan banyak menginspirasi musisi kerakyatan lainnya. Tak heran, Bob Dylan menyebut dia “Santo”. Karena dukungan dan keterlibatannya dalam memperjuangkan hak-hak sipil, menentang perang, dan melawan segala bentuk keadilan, banyak yang mengusulkan Pete Seeger untuk mendapatkan nobel.

Pete Seeger sangat memegang kuat pernyataan Bertolt Brecht: seni bukanlah cermin untuk menangkap realitas, tetapi sebuah palu yang digunakan untuk membentuk itu.

Glad To Be Gay (Tom Robinson)
Lagu ‘Glad To Be Gay’ adalah lagu yang diciptakan dan dinyanyikan oleh grup band Punk Rock Inggris, Tom Robinson Band. Lagu ini ditulis oleh Tom Robinson untuk parade Gay Pride di tahun 1976. Sejak itu, lagu ini menjadi lagu kebangsaan kaum gay di Inggris.

Robinson, mantan penyanyi anak-anak di gereja, sangat tertarik dengan politik pembebasan LGBT dan terinspirasi oleh Sex Pistol. Lagu “Glad To Be Gay” merupakan kritik terhadap pandangan diskriminatif sebagian masyarakat Inggris terhadap kaum Gay. Lagu ini juga memprotes tindakan polisi menyerbu bar kaum gay tanpa alasan.