Kamis, 14 Juni 2012

Akun Twitter Swedia Menghina Yahudi

VIVAnews - Sistem demokrasi oleh Swedia tidak hanya diterapkan pada pemerintahannya saja, namun juga di akun Twitter. Setiap minggunya, pemerintah Swedia menggilir moderator akun Twitter resmi pemerintah, yaitu @sweden.

 



Sialnya, pekan ini adalah giliran Sonja Abrahamsson, 27, seorang ibu muda yang bicaranya kasar. Diberikan mandat, Sonja memperlakukan akun Twitter resmi pemerintah seperti miliknya sendiri, mulai dengan mengganti foto profil dengan foto dirinya.

Berbagai tweet ditulisnya dengan asaljeplak dan tanpa pikir-pikir dulu. Paling menuai kontroversi adalah tweetnya tentang warga Yahudi. Dengan setengah mengejek, setengah bercanda, Sonja mempertanyakan ciri khas orang Yahudi di akun dengan follower lebih dari 50.000 orang tersebut.

"kau tidak akan bisa membedakan apakah orang itu Yahudi atau tidak, kecuali kau melihat kemaluan mereka. Jika pun begitu, kau tidak akan yakin," kata Sonja, dilansir Al Arabiya, Rabu 13 Juni 2012.

Dia mengatakan bahwa tentara Nazi membuat Yahudi memakai pakaian dengan bintang agar bisa dibedakan dengan orang lain. Sonja mengatakan bahwa tweetnya tidak bermaksud untuk menghina, hanya mempertanyakan kenapa banyak yang membenci Yahudi.

Selain menulis tweet tentang Yahudi, Sonja juga menulis tentang Justin Bieber. "Jika seseorang suka Justin Bieber di Swedia, kami tidak peduli. Kami biarkan. Kami tidak bilang mereka 'gay', tapi jika mereka menyebalkan, kami bilang mereka menyebalkan," kata Sonja.

Tweetnya langsung menuai puluhan kritikan. "Ya ampun! saya memang suka cara Swedia menjalankan akun Twitter mereka, tapi ini gila. Kebebasan berbicara sudah keluar jalur," kata salah seorang komentator.

Pemerintah Swedia hingga saat ini belum menghentikan maupun menegur Sonja atas tingkahnya. Direktur Pemasaran di Kementerian Pariwisata Swedia, Marie Ziv, mengatakan bahwa ini adalah bentuk kebebasan berbicara dan tanpa sensor di Swedia. 

"Dia memang kontroversial dan provokatif. Kami belum memanggilnya atau menghentikannya. Kami ingin dia tetap menjadi dirinya sendiri," kata Ziv, dikutip dari CNN.

@Sweden dibuat untuk mempromosikan dan memicu keingintahuan warga dunia tentang Swedia. Akun ini dibuat pada 10 Desember lalu dan telah dimoderatori oleh 24 orang secara bergiliran. Sejak Sonja mengambilalih, follower bertambah 10.000 orang dalam satu jam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar