Sabtu, 25 Agustus 2012

Ciuman Pertama Tak Terlupakan? Ini Dia Alasan Ilmiahnya


Pernahkah Anda bertanya-tanya mengapa bisa mengingat hal-hal dari masa lalu seperti ciuman pertama, namun kadang tidak bisa mengingat yang apa yang Anda makan tadi malam? Studi terbaru menemukan jawabannya.

Ciuman pertama dinilai romantis, karena itulah sangat berkesan dan seringkali tak terlupakan untuk sebagian orang. Namun di balik itu, ada alasan ilmiah yang telah ditemukan oleh psikolog di University of Toronto.

Sebuah studi yang dilakukan oleh peneliti University of Toronto menemukan bahwa kenangan yang berkaitan dengan emosi baik yang positif maupun negatif dapat terekam dalam otak dan dilihat dalam citra EEG (Electroencephalography).

"Kami telah menemukan bahwa orang melihat kejadian yang membangkitkan emosi dengan lebih jelas daripada kejadian biasa. Apakah kejadian itu positif seperti ciuman pertama, kelahiran anak, mendapatkan penghargaan, atau kejadian negatif seperti peristiwa traumatis, putus cinta kejadian memalukan. Efeknya sama," jelas Rebecca Todd, penulis studi dari Departemen Psikologi, University of Toronto, seperti dilansir Dailymail, Jumat (24/8/2012).

Dengan mempelajari aktivitas otak, tim Todd bersama dengan para peneliti di University of Manchester dan University of California, San Diego menemukan bahwa bagian otak yang bertanggung jawab untuk penandaan pentingnya emosional atau motivasi dari pengalaman masa lalu, yang disebut amigdala, lebih aktif ketika melihat gambar yang dinilai hidup.

Peningkatan ini mempengaruhi aktivitas otak baik di bagian korteks visual yang meningkatkan aktivitas berhubungan dengan melihat objek, serta di bagian posterior insula, daerah yang mengintegrasikan sensasi dari tubuh.

Para peneliti juga menggunakan functional magnetic resonance imaging (fMRI) untuk melihat daerah otak yang lebih aktif ketika orang melihat hal-hal yang dianggap lebih jelas karena secara emosional memang lebih penting.

Sekali lagi, peneliti menemukan aktivitas otak di bagian amigdala, korteks visual dan korteks interoceptive meningkat kejelasannya.

"Kita tahu sekarang mengapa orang melihat peristiwa emosional begitu jelas, sehingga lebih diingat, dan daerah otak mana saja yang terlibat," kata Todd.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar